*) Pernyataan Dosen BEC Pada Saat Agoestos I (Maret 2010)
BOGOR-Road show perdana yang digelar pada hari Minggu (14/3) oleh anak-anak jebolan Bogor EduCARE yang menamakan dirinya Forum Komunikasi Alumni Bogor EduCARE (Fokal BEC) berjalan cukup menarik. Kendati tidak banyak dihadiri para alumni, namun acara ini begitu berkesan bagi para dosen dan alumni yang hadir pada saat itu.
Bertempat di kediaman salah satu dosen BEC, Nurhanifah, di Perum Ciomas Permai Bogor, acara bertajuk Agoestos (Alumni Goes to Dosen) dibuka pukul 11.30 WIB. Selaku tuan rumah, Nurhanifah membuka acara sekaligus memberikan sambutan dan langsung mencurahkan harapannya kepada alumni untuk lebih memperhatikan lagi BEC dan memfokalkan FOKAL BEC yang telah dibuat oleh alumni sendiri.
Awal sambutanya, Ketua Pelaksana Harian BEC ini mengatakan bahwa para alumni yang hampir mencapai seribu diharapkan mampu membantu keluarga dan pembangungan BEC yang Insya Allah akan menuju akademik D3. “Alumni yang hampir mencapai seribu ini saya harapkan bisa membantu keluarganya dan juga turut berpartisipasi untuk pembangunan BEC kedepan. Insya Allah BEC nanti akan menuju akademik D3,” ungkapnya.
Ibu tiga anak ini juga mengungkapkan bahwa partisipasi alumni untuk membantu perkembangan BEC ke jenjang akademik D3 sangat penting sekali. Karena untuk memenuhi persyaratan Dikti (Pendidikan Tinggi), pendataan alumni diharapkan dapat memberikan bukti otentik mengenai kualitas BEC, sehingga dapat memperlancar usaha BEC tersebut.
“BEC yang masih merupakan satu-satunya institusi yang memberikan pendidikan gratis dan berkualitas masih mengalami kesulitan untuk dapat memenuhi persyaratan Dikti. Pendataan tentang keberadaan alumni diharapkan bisa membantu memperlancar usaha BEC ini. Jangan sampai ada yang merasa enggan dimintai tolong, padahal hanya berupa pengisian data informasi mengenai biodata alumni. Pendataan ini juga dapat digunakan sebagai dasar BEC untuk mengetahui alumni siapa saja yang masih belum mendapatkan pekerjaan. “Mungkin BEC dapat memberikan bantuan dengan memberikan informasi lowongan pekerjaan kepada alumni yang belum bekerja”, terangnya.
Dalam lanjutan sambutannya, lulusan Universitas Negeri Yogyakarta ini berharap agar para alumni dapat membantu adik kelasnya, baik dengan upaya memberikan bantuan materi atau hal lain. Karena tak dapat dipungkiri bahwa saat ini mahasiswa BEC banyak juga yang berasal dari luar Bogor atau Jawa Barat. Seperti Jawa Tengah atau Jawa Timur.
“Kita ketahui bersama bahwa mahasiswa BEC banyak juga yang berasal dari luar Bogor atau Jawa Barat dan rata-rata adalah (maaf) kaum dhuafa. Tidak ada salahnya jika para alumni bisa sedikit membantu beban mereka selama belajar di BEC. Karena masih ada beberapa mahasiswa yang benar-benar dhuafa di BEC, sehingga untuk membiayai keperluan hariannya pun mereka sangat kesulitan”, ungkap alumni SMP 1 Muntilan, Magelang, ini.
Di akhir kalimat sambutannya, Nurhanifah mengajak kepada para alumni untuk menjadi mitra dalam pengembangan BEC. Kerjasama antara alumni dan BEC terutama dalam hal publikasi sangat dibutuhkan. Agar calon mahasiswa yang akan kuliah di BEC benar-benar orang yang tepat untuk dibantu. BEC sadar bahwa hanya dengan penyebaran flyer, tidak akan mampu menarik simpatik sepenuhnya kepada calon mahasiswa. Karena yang paling dapat meyakinkan orang tentang keberadaan dan kelebihan BEC adalah kesaksian langsung dari para korbannya (alumni).
“Saya harap alumni bisa menjadi mitra untuk perkembangan BEC kedepan. Memantu mempublikasikan keberadaan BEC agar calon mahasiswa BEC benar-benar orang yang tepat untuk dibantu. Hanya dengan flyer saja tidak cukup, perlu orang yang dapat meyakinkan tentang keberadaan dan kelebihan BEC, dan orang itu adalah kalian sendiri, para alumni BEC”, tutur wanita kelahiran 28 Februari 1978 ini.
Sementara itu, Hayatudin yang mewakili alumni untuk membawakan sambutan menjelaskan bahwa Agoestos ini Insya Allah akan dilaksanakan secara reguler dalam jangka waktu tertentu. “Kita Insya Allah akan melakukan road show ini secara rutin, satu atau tiga bulan sekali. Tujuannya tentu saja untuk memperat silaturahmi antar alumni dan dosen. Selain itu juga sebagai jembatan informasi antar alumni ke dosen atau sebaliknya,” kata pria yang mengaku masih single ini.
Menanggapi sambutan Nurhanifah tentang minimnya perhatian para alumni terhadap BEC, pria yang biasa disapa Chay ini menyadari betapa begitu minimnya perhatian para alumni terhadap BEC. Ia meminta kepada teman-teman alumni yang hadir untuk lebih meningkatkan lagi perhatian kepada kampus yang penuh dengan rasa kekeluargaan itu. “Kita sadar akan hal itu, dan saya minta kepada teman-teman yang hadir sekarang untuk meningkatkan lagi perhatiannya kepada BEC,” terangnya.(wardah imaniyah)
bahasa korannya terasa sangat kental,,,hmm maju terus almamaterku tercinta,,,,,akan kubantu semampuku,,,,semoga BEC makin jaya dalam mensukseskan para kaum dhuafa,,,
BalasHapuspostingan lama ya??
BalasHapus@Bunda:..iyah..posting yg pertama di web..berhubung web nya udah ga ada..jadi di posting lagi disini..
BalasHapus@Vitrah: Itu kan bhasa indonesia vir, bukan bhasa koran...