Minggu, 29 Mei 2011

SUPERIOR

LONDON-Barcelona kembali menunjukkan superioritasnya atas Manchester United. Mereka melibas raksasa Inggris tersebut 3-1 (1-1) pada partai puncak Liga Champions di Wembley, kemarin dini hari, dan merengkuh trofi keempatnya.
Tidak berbeda jauh dengan dua musim lalu ketika bersua di Roma, United kalah. Bertarung di Inggris, rupanya tidak memberikan banyak pengaruh bagi Setan Merah, julukan United. Mereka harus melupakan ambisi balas dendam.
Ya, Wembley lebih bersahabat kepada Barcelona. Ini kali kedua mereka merebut trofi Liga Champions di stadion kebanggaan Inggris itu. Sebelumnya mereka merebut gelar yang sama pada 1992 ketika menang tipis 1-0 atas Sampdoria. Itu gelar pertama mereka.
Dua gelar lainnya, digapai Barca pada 2006 dengan mengalahkan Arsenal dan pada 2008 dengan mengalahkan United. "Bukan hanya menang, tapi juga juga bermain dengan sangat baik," bilang Josep Guardiola, pelatih Barca, di sesi konferensi pers.
Sejatinya United memulai pertandingan dengan baik. Pada 15 menit awal mereka tampil menjanjikan. Pressing ketat membuat para pemain Barca tidak bisa mengembangkan permainan. Tapi, itu hanya bertahan di awal laga karena setelah itu Barca bangkit.
Bahkan, mereka lebih dulu unggul melalui sepakan Pedro Rodriguez pada menit ke-27. Namun, United tidak menyerah, mereka kembali membangun serangan dan menyamakan skor pada menit ke-34 melalui kaki Wayne Rooney setelah menerima umpan Ryan Giggs.
Pada babak kedua, United mulai mengendur dan dominasi Barca terlihat. Lionel Messi akhirnya membawa Barca unggul 2-1 pada menit ke-54 setelah sepakannya gagal diantisipasi kiper United Edwin van der Sar. Gol terakhir dicetak David Villa pada menit ke-69.
Bagi Messi, tambahan satu golnya itu membuatnya kian kukuh sebagai top scorer Liga Champions musim ini dengan 12 gol dari 13 laga. Rekor yang membuatnya tiga kali secara beruntun menjadi pencetak gol terbanyak di Liga Champions." "Sekarang dia yang terbaik," puji Guardiola.
Di sisi lain, kekalahan itu membuat manajer United Sir Alex Ferguson gagal menyamai rekor Bob Paisley sebagai manajer klub Inggris yang meraih tiga trofi Liga Champions. Dia hanya harus puas dengan rekor manajer yang empat kali tampil di final dan menyamai Miguel Munoz dan Marcello Lippi.
Dari kubu United, salah seorang pemain yang paling terpukul adalah gelandang Korea Selatan Park Ji-sung. Bagaimana tidak, saat dia tampil di final, United selalu kalah. Saat United juara pada 2009, Ji-sung tidak dimainkan.
Makanya, ketika ditawari wawancara di mixed zone, dia langsung saja ngacir. Hanya dua pemain United yang bersedia berlama-lama menjawab pertanyaan-pertanyaan dari jurnalis di mixed zone kemarin dini hari, yakni Van der Sar dan Luis Nani.
Tanpa ragu Van der Sar mengakui bahwa mereka kalah kelas ketimbang Barca. "Mereka bermain jauh lebih baik. Sekarang mereka sedang berada pada puncak permainannya dan menjadi yang terbaik di dunia," bilang kiper yang memutuskan gantung sepatu usai laga final kemarin dini hari.
Tanggapan serupa juga disampaikan manajer United Sir Alex Ferguson. "Sepanjang saya menjadi manajer, Barca adalah tim yang paling hebat yang pernah kami lawan. Mereka sungguh luar biasa dan kami harus menerima itu," jelas Fergie, sapaan Ferguson, di konferensi pers. (*)

Rabu, 25 Mei 2011

FINAL FANTASTIS

WEMBLEY-Pertandingan babak Final Liga Champions 2011 yang mempertemukan dua raksasa Inggris dan Spanyol yaitu Barcelona dan Manchester United. yang akan di selenggarakan pada 28 Mei 2011 di Stadion Wembley.

MU atau Barcelona. Yang pasti, keduanya adalah tim terbaik. Duel antara Barcelona kontra Manchester United mempertemukan tim dengan dua titik kekuatan yang berbeda. Barca tangguh dalam serangan, sementara pertahanan The Red Devils, julukan MU, adalah yang paling kokoh.

Tim besutan Josep Guardiola itu telah mencetak 27 gol dari 12 pertandingan di Liga Champions musim ini. Itu berarti Barca rata-rata membukukan 2,25 gol per pertandingan. Lionel Messi menjadi pemain tersubur dengan mendonasikan 11 gol.

Sementara itu, MU mencatatkan angka rata-rata 1,5 gol per pertandingan. Hanya ada satu pemain The Red Devils di daftar 20 besar top skorer di Liga Champions musim ini yakni Javier Hernandez yang empat kali menggetarkan gawang lawan.

Namun untuk urusan pertahanan, benteng MU adalah yang paling tangguh. Gawang tim yang bermarkas di Old Trafford ini hanya kebobolan empat kali, dan menjadikan angka rata-rata menjadi 0,33 gol per pertandingan.

Final Liga Champions 2011 ini tentu mengingatkan kita pada final Liga Champions 2009 silam, dimana Barcelona dan MU saat itu bertemu di final yang berlangsung di Stadion Olimpico Roma. Barcelona saat menghantam MU dengan skor 2-0 dan menjadi juara Champions 2009. Apakah sejarah itu akan terulang?

Lionel Messi, selaku pemain kunci Barcelona yang sudah mencetak 52 gol di semua kompetis mengatakan kalau dia sangat antusias dengan pertandingan final tersebut. Dia juga akan berjanji akan menanggalkan ambisi pribadi di final Liga Champions. Messi tak mau larut dengan harapan banyak orang agar dia terus mencetak gol. Baginya, memenangkan final menghadapi Manchester United, lebih utama.

Sementara itu demi meraih kemenangan Final Champions 2011 nanti, pelatih MU, Sir Alex Fergusson menyempatkan diri berbicara dengan pelatih Real Madrid, Jose Mourinho demi mendapatkan secuil informasi. Fergusson menganggap sosok Mourinho adalah pilihan yang tepat untuk di minta informasinya, secara Mourinho merupakan pelatih yang hapal dengan gaya bermain Barca.

Selain itu, Fergusson juga berharap pada darah-darah mudanya. Wayne Rooney, Javier Hernandez, Antonio Valencia dan Luis Nani, mereka di percaya merupakan reinkarnasi para pemain muda MU dulu.

Siapa yang menang?.......MU atau Barcelona. Jangan lupa saksikan secara langsung Final Liga Champion 2011 29 Mei 2011 nanti di RCTI pukul 01.45. Di pastikan tidak ricuh seperti kongres PSSI kemarin. (dari berbagai sumber)