*) SANTY HERMAWAN ALUMNI BEC ANGKATAN 6
Menjadi wanita karir sekaligus ibu rumah tangga merupakan suatu pekerjaan yang amatlah rumit. Harus menjalankan dua roda yang berbeda. Disisi lain harus menjalankan kewajiban sebagai seorang karyawan, dilain sisi tugas seorang ibu dan istri sudah menanti dirumah. Pada zaman milenia seperti sekarang ini, pekerjaan tersebut sudah banyak dilakukan. Seperti wanita yang satu ini.
Alumni Bogor EduCARE (BEC) jebolan tahun 2005 ini merupakan satu dari sekian banyak alumni BEC yang bertindak sebagai wanita pekerja (karyawati perusahaan) sekaligus ibu rumah tangga. Santy memulai karirnya di awal tahun 2005 di PT Bukaka Teknik Utama. “Sebelum kerja di Bukaka aku ngajar les bahasa Inggris dulu dirumah sekitar 3 bulanan. Awal tahun 2005 aku mulai kerja di Bukaka sampe sekarang,” ungkapnya.
Setahun lamanya ia jalani pekerjaan sebagai staf HRD divisi Stamping hingga ia dipindah tugaskan ke Bukaka Trans System di kawasan Sentul pada Maret 2007. Setahun itu pula ia berkenalan dengan Reza Hudaya, yang sekarang menjadi suaminya. Awal tahun 2005 merupakan awal mereka berkenalan, hingga pada Februari 2006 dua sejoli yang sama-sama bekerja di Bukaka ini akhrinya meresmikan hubungan mereka. “Aku kenalan sama dia di Bukaka, cinta lokasi gitu alias cinlok, heheheee...” ungkapnya sambil tertawa. “Kita pacara selama setahun, Februari 2006 baru kita meresmikan hubungan kita”, sambungnya.
Kebahagian di tahun 2006 dua sejoli ini semakin lengkap dengan kehadiran buah hati mereka bernama Raihan Fahlevi pada bulan November 2006. Menjadi seorang ibu baru tidaklah mudah bagi seorang Santy Hermawan. ”Awal-awal seh agak kagok masih takut-takut klo ngegendong, tapi lama-lama dah biasa. Untung ada suami yang ngebantu ngurus, jadi ga terlalu ribet,” tuturnya. Demi buah hati tercinta, Santy harus rela begadang untuk menemani si kecil. “Kurang lebih 2 bulan aku harus begadang nemenin dia, Raihan itu tidur jam 7 malem, terus bangun jam 10 malem. Naah dari jam 10 malem melek terus sampe jam 5 pagi, wah repot deh. Tapi demi Raihan, aku mah seneng-seneng ajah”, ucapnya dengan bangga.
Memiliki seorang anak tidak membuat Santy lepas dari tanggung jawabnya sebagai karyawan. Dua bulan pasca melahirkan, ia kembali beraktivitas di kantornya di kawasan sentul. Sementara anaknya ia titipkan dirumah neneknya (adik dari ibu kandung Santy). Sampai umur anaknya menginjak satu tahun, Santy dan suaminya memutuskan untuk tinggal terpisah dari orangtuanya dan menempati rumah di bilangan Sukaraja, Ciluar Bogor. “Setelah anak berumur satu tahun, aku sudah enggak tinggal sama mertua lagi, sekarang udah pisah dan tinggal di daerah Sukaraja, Ciluar”, terangnya.
Menyiapkan sarapan untuk suami dan anak menjadi santapan sehari-hari bagi Santy. Apalagi anaknya kini sudah masuk sekolah playgrup di kawasan Bogor. Antar jemput ke sekolah rutin ia lakukan setiap hari di bantu sang suami. “Pagi-pagi harus nyiapin sarapan buat suami dan anak, klo nganterin ke sekolah seh suami, terus yang ngejemput pulang neneknya, aku seh tinggal jemput ajah dirumah neneknya sepulang aku kerja”, ungkapnya sambil tertawa kecil. “Tadinya seh kita punya pengasuh buat Raihan, tapi ga pernah bertahan lama, semua pengasuh yang keluar alasanya mau nikah semua. Raihan itu lebih seneng di asuh sama ABG (Anak Baru Gede) dari pada sama ibu-ibu, mungkin karena ibunya masih ABG kali ya...heheheee”, ungkap Santy sedikit becanda. Santy mengaku sudah hampir 5 bulan ini susah untuk mencari pengasuh buat anaknya. “iya udah 5 bulan ini susah nyari pengasuh. Terpaksa deh mau ga mau sama neneknya”, keluhnya.
Untuk menambah penghasilannya, selain bekerja, Santy juga memiliki usaha sampingan bersama sang suami tercinta Reza Hudaya, yaitu menjual baju dan jam tangan. “Aku punya usaha sampingan jualan baju dan jam tangan, aku biasanya jualan di pasar kaget setiap hari Minggu di daerah Pemda Bogor, atau melalui facebook, kadang juga nerima jasa pengetikan”, tuturnya. “Untuk hari Sabtu aku sempetin waktu buat anak, kebetulan hari Sabtu kan aku libur jadi ada waktu buat ngajak anak bermain. Kadang ngajak dia jalan-jalan, berenang, pergi ke taman, ke Timezone. Dan ga jarang juga buat ngajak dia ke toko buku biar dia terbiasa baca buku”, ucap wanita kelahiran 1985 itu.
Ketika harus memilih antara pekerjaan kantor dan ibu rumah tangga, istri Reza Hudaya ini mengatakan bahwa akan sangat puas bila menjadi ibu rumah tangga, karena bisa ngasuh anak secara maksimal. “Sejujurnya lebih puas jadi ibu rumah tangga, karena bisa mengasuh anak dengan maksimal. Tapi untuk sekarang ini juga belum bisa meninggalkan pekerjaan. Namun, selama ada waktu untuk si kecil kerjaan di kantor ga jadi masalah. Makanya khusus untuk Sabtu atau Minggu aku usahain buat nemenin anak. Kalo hari biasa aku hanya bisa nemenin dia belajar dan maen, itu juga malem. Tapi alhamdulillah, anakku sekarang udah mulai ngerti kalo ibunya ga bisa sama-sama dia terus dari pagi sampe sore”, ungkapnya.
Diakhir kisahnya, Santy sedikit menceritakan anak semata wayangnya, Raihan Fahlevi. "Dia itu anaknya cepet nangkep pelajaran, baru lima bulan masuk playgrup dia udah bisa baca suku kata dan hobinya mewarnai dan nonton dvd. Terus dia juga suka minta PR (pekerjaan rumah) sama gurunya padahal di playgrup biasanya murid-muridnya belum dikasih kaya gitu", tuturnya.(snp)


Feel the same..
BalasHapus