Rabu, 20 April 2011

Kartini Dimata Alumni

Setiap tahunnya tepatnya tanggal 21 April, bangsa kita memperingati hari lahirnya Raden Adjeng Kartini. Pada masa nya, wanita yang lahir di Jepara, Jawa Tengah, pada 21 April 1879 ini belum boleh memperoleh kebebasan dalam segala hal. Kartini sendiri hanya menempuh pendidikan setara dengan sekolah Dasar (dulu bernama Europese Lagere School atau ELS). Di era Kartini, para wanita tidak boleh memiliki pendidikan yang lebih tinggi seperti pria, bahkan untuk mencari jodoh atau suami sendiri pun tidak diperbolehkan. Akhirnya tumbuhlah keinginan dan tekad dihatinya untuk mengubah kebiasaan tersebut. Kartini berjuang untuk mendapatkan persamaan hak di segala bidang seperti kaum pria pada umumnya.
Ditengah modernisasi saat ini, sosok Kartini masih tetap dikagumi sebagai pencetus emansipasi wanita. Dikenang dan dihormati karena jasa-jasanya saat memperjuangkan hak wanita Indonesia.
Hari ini (21/4) tepat dilahirkannya pejuang emansipasi wanita itu, redaksi FOKAL BEC menghimpun beberapa pendapat dari alumni BEC mengenai makna dari memperingati hari Kartini. Seperti apa pendapat mereka? berikut pernyataannya di sela-sela kesibukan mereka:

Maria Ulfah (Angkatan 11)

Bagi aku sosok Kartini itu sama seperti ibu aku, "My Kartini is my mom". Banyak yang salah mengartikan emansipasi wanita. Dalam beberapa bidang emang kita punya kesamaan gender, tetapi ada hal-hal tertentu yang kita tidak bisa sama layaknya kaum pria. Kenyataan yang aku temuin, seorang wanita yg hebat d karir bahkan melebihi karir suaminya di tambah ia seorang yang cantik dan menarik, tapi karena ketakutan akan kehilangan karir dan kecantikannya ia tidak mau hamil. Emansipasi seh boleh ajah asal jangan kebablasan.

Aulia Fithri Fauziah (Angkatan 12)

Saya bangga pada ibu Kartini, karena tanpa jasa beliau, saya rasa sekarang ini mungkin saya hanya sibuk di dapur. Setidaknya ada kemajuan untuk wanita. Dulu saya enggak kepikiran bisa kerja di kantor, bayangan saya mungkin saya hanya di rumah
bantu-bantu orang tua. Tapi ternyata saya bisa merasakan pekerjaan yg biasanya lebih banyak di lakukan laki-laki yaitu "pergi ke kantor". So...bangga dong wanita juga bisa, pokoknya buat para wanita mah tetep percaya diri aja deh, belum tau kita bisa klo belom mencoba.

Rahmi Ramadhona (Angkatan 6)

Lebih dari sebuah makna "Habis Gelap Terbitlah Terang". Kartini membuat saya bangga bahwa saya wanita dan saya bisa. Wanita jaman sekarang itu hebat. Semua bisa dikerjakan, jaman dulu kan enggak ada cewe jadi pilot tapi banyak juga cewe jaman
sekarang yang gak bisa masak. Jadi, tolak ukur wanita hebat versi 2011 itu menurut gw enggak mesti dari hebatnya dia bisa menjadi apapun (dalam hal pekerjaanya). Ibu yang cuma diem dirumah, dan bisa bikin anaknya senyum senang karena dimasakin makanan enak tiap hari, itu sudah lebih dari hebat. Karena senyum anaknya itu gak bisa dibeli pake uang. Enggak mesti jadi wanita karier kerja kantoran untuk jadi sukses, karena sukses itu relatif. Cukup jadi diri sendiri, dan tekuni apa yang kita kerjakan. Insya Allah buahnya manis.

Eneng Rani (Angkatan 3)

Wanita jg bisa berkreasi & bisa juga menjalnkan kewajibannya sebagai kodratnya.

Santy Hermawan (Angkatan 6)

Kartini adalah seorang wanita yang 'amazing'. Perjuangan untuk kaum perempuan sangatlah besar. Karena kekuatan jati dirinya, budi pekerti yang luhur & semangat yang besar, Kartini telah menyadarkan kita bahwa perempuan tidak hanya harus selalu di dapur dan tak layak mendapatkan pendidikan yang tinggi, sehingga ia bertekad untuk bisa mensejajarkan kedudukan kaum perempuan dengan laki2 atau sering kita dengar "emansipasi wanita". Dan bagi saya pribadi, Kartini adalah inspirasi yang bisa menguatkan saya untuk dapat menjadi wanita karir sekaligus ibu rumah tangga. Dan di hari peringatan Kartini ini semoga tidak hanya sebagai slogan yang hanya diperingati dengan mamakai baju kebaya, akan tetapi juga bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang dan menciptakan generasi-generasi muda yang dapat mengisi kemerdekaan dan pembangunan bangsa.

Nurlaela Fitri (Angkatan 9)

Kalau menurut saya wanita jaman sekarang berbeda dengan wanita jaman dulu. Mungkin karena lingkungan mempengaruhi juga ya!! Tapi Kedikit banyak nya Kartini sudah mempengaruhi sudut pandang wanita (dlm hal positif ya) banyak ibu-ibu yg berkarir untuk meningkatkan taraf hidup. Banyak kaum wanita yg enggak ingin kalah dengan laki-laki dari segi kesempatan, baik pendidikan, peluang usaha dan lain-lain. Tapi biar gimanapun tetap harus sejalan dengan fitrah wanita itu sendiri sebagai wanita yg harus mau dipimpin oleh laki-laki. Karena itu sudah fitrah seorang perempuan yg tidak bisa menjadi imam. Tapi sejalan dengan perubhan jaman. Biar bagaimanapun tidak bisa disamakan antara perempuan jaman sekarang dengan jaman dulu, sayangnya banyak wanita jaman sekarang yg mengatasnamakan jaman bisa berbuat semaunya. Seperti pergaulan bebas, menyetir suami, dan lain-lain deh yg jauh dr nilai islam. Dengan adanya hari kartini mugkin mengingatkan kembali kaum wanita untuk bisa bersyukur karena sekrang wanita sudah bisa mengekspresikan diri, kalau dulu kan untuk mengenyam pendidikan saja tidak bisa. Mari kita teruskan apa yg sudah diperjuagkn Kartini dan jadilah wanita yg kuat yg tetap berada dikolidor Islam.

Nismah Tanjung (Angkatan 9)

“The first woman was created from the rib of a man. She was not made from his head to top him, nor from his feet to be trampled on by him, but out of his side to be equal to him.” Buat wanita-wanita alumni BEC, life as a woman is hard, but we're lucky to have heaven under our feet. keep spirit!!!

Ida Ariasti (Angkatan 12)

Wanita yang cantik dan mempergunakan kecantikannya untuk hal-hal yang baik, misalkan artis yg cantik itu mendedikasikan diri nya di acara-acara yang mendidik. Wanita yg pintar menggunakan kemampuan otaknya yg hebat untuk memerangi kebodohan. wanita yang kaya dan tidak menunjukkan embel-embel nama marga or nama ningrat nya untuk keperluan pribadi, tidak sombong contoh nya Kartini sendiri. Wanita yang kreatif dengan mengeluarkan film-film or debut lagu or karya seni lainnya sesuai dengan latar pendidikan agar yg dididik tidak bosan. Karena pendidikan penting ya, dan terkesan membosankan, jd wanita kreatif bisa menyumbangkan ke-kreatifannya.

Eva Fitriani (Angkatan 5)

Terlalu banyak yg salah mengartikan makna dari perjuangan Kartini di jaman yg serba modern ini, banyak perempuan yg menganggap dirinya melebihi kaum laki-laki dengan kemapanan yang dimiliki kadang menganggap remeh sebagian kaum adam ini. Padahal seperti yang kita ketahui tujuan dari putri bangsa kita, ibu Kartini, adalah memperjuangkan agar perempuan Indonesia mendapatkan kesempatan untuk menggapai cita-citanya. Untuk itu kita harus berusaha menggapai apa yg menjadi cita-cita kita tanpa mengenyampingkan apa yg sudah menjadi kodrat seorang perempuan. Thanks God banget, kalau dulu ibu Kartini tidak berjuang mungkin saya tidak akan menjadi seperti yang sekarang, memiliki kesempatan untuk dapat menggapai cita-cita saya. Dulu saya seorang dhuafa yg tdk memiliki biaya untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi(kuliah), namun BEC membuat sesuatu yg tdk mungkin menjadi mungkin. Sekarang saya bekerja di salah satu kantor pengacara milik Alm. Sudharmono,SH (mantan wapres RI era Orde Baru) sebagai asisten lawyer. Ini semua berkat doa teman-teman, guru-guru di BEC juga. Thanks a lot, I love you so much. Untuk teman-teman BEC khususnya perempuan, keep spirit, jangan pantang menyerah, jgn takut untuk terus bermimpi, dan tetap rendah hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar